Sabtu, 20 Agustus 2016

Aku dan Hujan




Aku memang sangat menyukai hujan, tetapi juga terkadang aku membencinya
Karena terkadang hujan mendatangiku di waktu yang salah
Bodoh memang diriku yang selalu berlari dari hujan..

Hujan memang dikirim untuk membuatku bahagia..
Namun, aku malah ingin sesuatu yang lebih indah dari hujan..
Sesuatu yang lebih berwarna seperti pelangi..
tetapi, aku tak tau ?, 
Ketika aku memilih pelangi, apakah hujan akan cemburu ?

Aku belum cukup berani untuk menyatu dengan hujan,
Yang kulakukan hanya melihatnya dari jauh..
Mungkin aku terlalu egois, karena aku lebih memilih berteduh..

Waktu terus berjalan, musim pun berganti..
Dalam waktu yang lama aku tak pernah melihat hujan turun..

Aku tak tahu entah kenapa, jika hujan lama tak turun
Aku begitu merindukannya..
Dan entah kenapa aku juga merasa hujan juga merindukanku..
Aku pikir hujan juga mencintaiku tetapi kenapa dia belum juga bisa membuat tanamanku berbunga ?

Dan ketika aku dan hujan bertemu kembali,,
Aku melihatnya menyapaku dengan tetesan indahnya di kaca jendela..
Seakan-akan dia menatapku dalam waktu yang lama..
Aku ingin tersenyum, tapi aku tak bisa, karena aku terlalu memikirkan sang penghuni lain..

Sesaat hujan pun teduh, namun setelah beberapa menit kemudian dia turun lagi..

Aku tak ingin kisah cintaku dan hujan terus seperti ini..
Aku tak ingin kesalahan yang sama terulang kembali..
Kesalahan ketika aku, tak pernah peduli dengan bunga melatiku yang mencintaiku dengan tulus, tetapi aku tak pernah menyiramnya dengan setetes air..

Mungkin tubuh ini terlalu membuatku kaku untuk berlari di tengah hujan sedang turun..

Akupun tak mau hujan terus diam, bukankah hujan ingin membuat semua tanamanku berbunga ?
Tetapi jika hujan tak bisa juga membuat tanamanku berbunga, itu berarti dia boleh pergi, dan izinkan aku mencari pelangi.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar